Mobilinanews (Jakarta) - Dunia motorsport Indonesia bersiap menyambut momen bersejarah saat deru mesin GT World Challenge Asia (GTWCA) 2026 bergema di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika pada 1-3 Mei mendatang.
Sorotan utama dipastikan tertuju pada sosok Sean Gelael. Pembalap andalan Tanah Air berusia 29 tahun ini dikonfirmasi akan turun lintasan untuk pertama kalinya dalam sebuah kompetisi mobil internasional yang benar-benar kompetitif di hadapan publik sendiri.
Kehadiran Sean di seri kedua musim 2026 ini membawa plot cerita yang menarik. Ia datang sebagai "senjata rahasia" bagi tim Garage 75 untuk mengisi kekosongan kursi kemudi yang ditinggalkan oleh pembalap utama mereka, David Tjiptobiantoro.
Ya, David dipastikan absen pada seri Mandalika karena jadwalnya di musim 2026 hanya mencakup tiga seri terpilih. Absennya David membuka pintu bagi skenario istimewa, yakni menghadirkan Sean Gelael sebagai pengganti untuk mempertahankan dominasi tim.
“Iya betul, Sean Gelael akan pertama kalinya ikut balapan di Mandalika. Team Garage 75 akan fully support Sean Gelael di seri Mandalika,” ungkap David Tjiptobiantoro saat dikonfirmasi oleh Mobilinanews.com, Minggu (19/4/2026).
“Mandalika kita absen. Saya tahun ini memang hanya ikut tiga seri, Sepang, Shanghai, dan Fuji. Kita tahun ini memang hanya fokus ke individual race saja, jadi tidak fokus di klasemen lagi,” tegas David beberapa waktu lalu.
Oleh karena itulah, dalam penampilan spesial atau one-off ini, Sean akan memacu Ferrari 296 GT3 Evo, sebuah monster lintasan yang sudah tidak asing baginya, sekaligus merupakan spesifikasi mobil yang sama dengan yang digunakan David Tjiptobiantoro.

Meski saat ini ia berkompetisi penuh di ajang FIA World Endurance Championship (WEC) bersama BMW, Sean tercatat memiliki pengalaman mumpuni bersama Ferrari lewat dukungan teknis AF Corse di ajang Asian Le Mans Series dan GT World Europe.
Tantangan di Mandalika nanti dipastikan akan menguras fisik dan konsentrasi, sebab pembalap yang pernah meraih posisi runner-up di 24 Hours of Le Mans ini dijadwalkan turun sendirian (solo) dalam dua balapan berdurasi masing-masing 60 menit.
Bagi Sean, memacu mobil di aspal Mandalika bukan sekadar urusan teknis balap, melainkan sebuah misi emosional yang telah lama dinantinya. Baginya, Mandalika adalah kepingan puzzle terakhir dalam karir balapnya yang mentereng di level dunia.
Bahkan, antusiasme tinggi terpancar jelas saat Sean membicarakan debut kompetitifnya di rumah sendiri. Ia mengakui bahwa kesempatan ini adalah momen langka yang sangat berharga dalam karirnya.
“Saya sangat senang akhirnya bisa balapan di Mandalika. Ini seperti bagian terakhir dari puzzle. Saya sudah melakukan banyak hal di sana, tapi belum pernah benar-benar balapan melawan rival yang kuat. Kesempatan itu akhirnya datang,” ucapnya dikutip MGPA hari ini.
Kendati demikian, kehadiran Sean Gelael di balik kemudi Ferrari tim Garage 75 bukan hanya menjadi tambahan amunisi bagi tim, tetapi juga menjadi magnet utama bagi para pecinta kecepatan di Indonesia.
Publik kini menanti, apakah sang "King of KFC" mampu menaklukkan sirkuit kebanggaan bangsa dan mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi Mandalika melalui ajang GT World Challenge Asia 2026.