Moto3 2026 Catalunya: Hakim Danish Berkuasa di FP1, Veda Ega Pratama Siapkan Strategi Balas Dendam?

Jum'at, 15/05/2026 15:44 WIB
bagas


Hakim Danish #13 dan Veda Ega Pratama #9 (Foto: MSI Racing)
Hakim Danish #13 dan Veda Ega Pratama #9 (Foto: MSI Racing)

Mobilinanews (Barcelona) - Sirkuit Catalunya, Spanyol menjadi saksi bisu dimulainya persaingan sengit pada putaran keenam Moto3 musim 2026 yang digelar pada 15-17 Mei 2026 akhir pekan ini.

Dalam sesi Free Practice 1 (FP1) yang berlangsung dalam kondisi lintasan kering, sorotan utama tertuju pada dominasi luar biasa pembalap asal Malaysia, Hakim Danish, yang berhasil mengamankan posisi puncak klasemen waktu.

Di sisi lain, talenta muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, tampak berupaya keras menemukan ritme terbaiknya di lintasan teknis sepanjang 4.657 meter tersebut untuk memperkecil jarak dengan barisan depan.

Sesi latihan bebas pertama ini dibuka dengan temperatur udara yang cukup sejuk di angka 13 derajat Celcius dengan suhu lintasan mencapai 30 derajat. Hakim Danish yang membela tim AEON Credit - MT Helmets - MSI tampil sangat meyakinkan sejak awal sesi.

Pembalap muda Malaysia itu mencatatkan waktu putaran terbaik 1 menit 47,478 detik yang sekaligus menempatkannya sebagai yang tercepat di FP1. Mengandalkan mesin KTM, Danish juga mencatatkan kecepatan puncak (top speed) yang impresif 247,1 km/jam.

Persaingan di barisan depan memang tergolong sangat ketat, di mana rider tim Leopard Racing, Adrian Fernandez membayangi Danish di posisi kedua dengan selisih waktu tipis sekitar 0,201 detik.

Namun, bagi publik otomotif tanah air, perhatian khusus diberikan kepada progres Veda Ega Pratama. Pembalap andalan Honda Team Asia ini mengakhiri sesi FP1 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 50,142 detik.

Meskipun secara posisi masih berada di papan tengah bawah dan terpaut selisih sekitar 2,6 detik dari Danish, Veda menunjukkan konsistensi dalam melakukan evaluasi pada setiap sektor lintasan selama total 14 putaran yang ia jalani.

Secara teknis, kecepatan puncak Veda Pratama tercatat menyentuh angka 242,6 km/jam. Meski angka ini masih berada di bawah catatan para pemimpin sesi seperti Adrian Fernandez yang mencapai 248,8 km/jam, data analisis performa menunjukkan tren positif. 

Tampaknya, dari data resminya, tantangan terbesar bagi pembalap asal Gunungkidul ini tampak terletak pada sektor kedua dan keempat sirkuit yang sangat menuntut stabilitas pengereman dan akselerasi keluar tikungan yang presisi.

Keberhasilan Hakim Danish memimpin FP1 memberikan sinyal kuat bagi pembalap Asia lainnya bahwa mereka memiliki kapasitas untuk menguasai sirkuit Eropa. Bagi Veda, FP1 merupakan fase krusial untuk mengumpulkan data teknis sebelum sesi yang lebih ketat.

Tim mekanik Honda Team Asia kini dipastikan akan melakukan evaluasi mendalam berdasarkan data lap dan best partial time untuk memberikan paket motor yang lebih kompetitif pada sesi latihan berikutnya dan kualifikasi.

Secara keseluruhan, jalannya sesi FP1 GP Catalunya 2026 menunjukkan dominasi motor KTM di barisan depan, namun performa Veda Ega Pratama yang terus meningkat memberikan harapan besar.

Dengan sisa waktu yang ada sebelum balapan utama, adaptasi cepat terhadap karakteristik lintasan Catalunya akan menjadi kunci bagi Veda untuk bisa menyamai kecepatan rival regionalnya dan merangsek naik ke barisan poin.

Tag

Terpopuler

Terkini