motorinanews (Jakarta) – Persoalan transportasi ojek online juga tidak luput dari perhatian Jusri Pulubuhu, Training Director dan Founder dari Jakarta Defesinve Driving Consulting (JDDC). Pakar keselamatan berkendara berkelas internasional ini menuturkan pandangannya kepada motorinanews, Selasa (22/12).
“Ojek onlinemerupakan pilihan konsumen, karena belum tersedianya angkutan publik yang memadai dalam hal kenyamanan dan keamanan,” kata Jusri.
Di sisi lain menurut Jusri, keberadaan ojek lebih fleksibel, cepat dan mudah diperoleh dari titik jalan mana saja. “Meski dari aspek safety, pilihan ojek sebagai moda transportasi favorit menunjukkan kelemahan masyarakat Indonesia pada umumnya yang belum betul memahami potensi kecelakaan maupun resiko cidera serius atau risk exposure dari sepeda motor.”
“Persoalannya ojek sebagai moda transportasi alternatif sudah tebal di kalangan masyarakat yang memiliki masalah dengan moda transportasi murah dan kemacetan yang ada, sehingga jika dihapus akan menjadi masalah besar bagi pemerintah,” imbuhnya.
Jusri merekomendasikan agar pemerintah dapat melakukan tindakan supercepat dalam mengatasi infrastruktur transportasi umum, baik untuk penyediaan jenis kendaraan maupun para pengemudinya yang berbasis keselamatan.
Bagaimana, Pak Jokowi dan Kabinet Kerja-nya, sanggup terima tantangan ini?