motorinanews (Jakarta) – Tantangan industri sepeda motor di Indonesia semakin tidak mudah. Perbaikan dan penyempurnaan fasilitas layanan Commuter Line, serta berkembangnya bentuk layanan di jasa ojek online menjadi beberapa bentuk tantangan yang kini timbul.
“Masyarakat pada akhirnya akan memilih mode transportasi yang lebih aman untuk. Commuter Line salah satunya selain lebih aman, juga lebih nyaman dengan fasilitas AC juga lebih memungkinkan untuk bersosialisasi dengan penumpang lain,” kata Paulus S Firmanto, Pengamat industri sepeda motor di Indonesia yang juga mantan Direktur R2 PT Suzuki Indomobil Sales dan General Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.
Menurut Paulus, trend penurunan angka penjualan sepeda motor di Indonesia juga disebabkan dengan pola pendekatan penjualan yang cenderung stagnan pada pendekatan 3S (Sales, Service dan Spare Part).
“Faktor safety cenderung terlupakan. Hal ini berbeda dengan industri mobil dimana isu safety selalu bisa menjadi nilai tambah seperti keberadaan air bag, anti crash frame dan lain-lain. Padahal faktor safety mesti digarap lebih serius oleh para pelaku industri sepeda motor dan pendukungnya, misalnya pengukuran pengereman, kelaikan ban dan pemilihan helm berkualitas. Saat ini, bagaimana konsumen bisa tahu helm yang benar-benar SNI atau SNI palsu? Kemana pelanggan bisa mengadukan kalau helm yang dibeli ternyata SNI palsu? Belum lagi apa beda SNI dan yang bukan SNI dari segi keselamatan berkendara,” imbuh Paulus.
Ada komentar lain, guys?