motorinanews (Jakarta) – Akibat perubahan sistem bagi hasil yang dilakukan sepihak oleh manajemen Go-Jek, hari ini Selasa 3 November 2015 dikabarkan akan terjadi mogok massal oleh para pengemudi angkutan transportasi umum melalui smartphone itu.
Perubahan sistem bagi hasil itu diumumkan oleh manajemen Go-Jek pada Senin (2/11), dimana membuat potensi pendapatan pengemudi Go-Jek menurun karena potongan yang jadi lebih besar dari pihak perusahaan. Manajemen Go-Jek sendiri telah mengeluarkan ultimatum bagi pengemudi Go-Jek yang melakukan demo mogok akan dikenai sanksi pemecatan. Jika ultimatum ini benar dijalankan oleh kedua belah pihak, maka potensi konflik antara pengemudi Go-Jek dan ojek panggalan akan semakin besar.
Sehari sebelum kebijakan baru ini dikeluarkan, Minggu (1/11), kantor Go-Jek di bilangan Kemang Jakarta Selatan ditembak oleh dua orang tidak dikenal. Menimbang potensi kekerasan yang lebih besar, apakah ada solusi lain yang lebih baik, Go-Jek?