motorinanews (Jakarta) – Tanggal 17 Agustus 2015 kemarin, negeri kita tercinta Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan. Berbagai ekspresi perayaan pun dilakukan oleh anak bangsa, salah satunya dari perusahaan pimpinan Nadiem Makarim, PT Gojek Indonesia.
Melalui video berdurasi 1 menit 27 detik dikisahkan perubahan nasib tukang ojek konvensional yang menjadi jauh lebih baik setelah menjadi pengemudi Go-Jek. Sang tokoh bapak jadi lebih bersemangat, seperti semangat kemerdeka.
Peminat pengemudi Go-Jek memang semakin menjamur akhir-akhir ini. Terbukti ketika pihak Go-Jek membuka peluang pengrekrutan massal pada tanggal 13 Agustus 2015 lalu di Senayan, Jakarta. Lebih dari 5.000 orang peminat berjubel untuk mendaftar sejak pagi hari. Termasuk di antaranya banyak datang dari kalangan sarjana.
Berdasarkan interaksi motorinanews dengan beberapa pengemudi Go-Jek (baca Sistem Go-Jek Berubah, Potensi Pendapatan Pengemudi Turun), sejak tarif transportasi Go-Jek naik sejak 11 Agustus 2015 (baca Tarif Go-Jek Di Jakarta Naik Mulai Hari Ini), potensi pendapatan pengemudi Go-Jek disinyalir dapat turun cukup tajam.
“Sudah 2 hari ini, saya hanya terima order khusus di sekitar pondok indah saja,” kata Hisam, pengemudi Gojek, kepada motorinanews, Kamis (13/8).
Hal ini menurut Hisam membuat potensi pendapatan dari Go-Jek tidaklah sebesar sebelumnya. "Kalau sistemnya begini terus, kita ini gak ada bedanya dengan ojek pangkalan. Bedanya yah, kita diorder lewat smartphone," kata pria dari dua anak ini.