motorinanews (Jakarta) – Beli motor seken alias bekas tentu gampang-gampang susah. Kalau lagi apes, pas mau beli motor murah, malah dapat motor rusak. Berikut tips membeli motor murah tapi apik dari berbagai sumber a la motorinanews:
- Jangan langsung tergiur iklan harga motor seken yang murah, walaupun kadang bisa dapat penjual motor yang lagi BU (butuh uang). Tips: Tetap kedepankan kualitas motor saat ingin membeli; lihat dan cek kondisi motor penting.
- Tanya apakah si penjual berani motornya dicek kondisi di bengkel resmi. Fakta: Banyak penjual motor (khususnya di kalangan pedagang) yang merawat motornya asal-asalan di bengkel sembarang dengan suku cadang dan komponen imitasi saat pergantian. Tips: Kualitas suku cadang dan komponen asli bawaan pabrikan tentu lebih terjamin.
- Kualitas bahan bakar yang digunakan. Fakta: Khususnya di kalangan pedagang motor bekas akan mengisi jenis BBM termurah untuk motor yang dipasarkan. Tips: Membeli motor dari pemilik langsung lebih mudah untuk mengetahui jenis BBM yang selama ini digunakan. Rata-rata motor produksi lima tahun terakhir dianjurkan menggunakan jenis BBM RON 90 ke atas (minimal Pertalite).
- Cari tahu reputasi penjual. Tips: Jika Anda ingin membeli motor dari informasi online, bisa mencari tahu mengenai informasi mengenai reputasi penjual. Jangan sampai kena tipu. Sebaiknya hindari informasi dari koran, karena umumnya yang menjual adalah pedagang.
- Teliti dan sabar. Tips: Membeli sepeda motor seken jangan gegabah dan terlalu antusias. Tetap kedepankan unsur ketelitian dan sabar, supaya puas saat berhasil membeli. Sebaiknya ajak teman yang ngerti soal motor (khususnya mesin motor), jangan pergi sendiri.
- Hati-hati motor curian. Tips: Cocokkan nomor mesin dan rangka yang tertera di BPKB dan STNK dengan nomor rangka dan mesin pada motor. Pastikan sama. Hal ini dapat mengurangi resiko membeli motor curian, meski nomor mesin dan rangka bisa saja dibubut ulang oleh tangan jahat.
- Pastikan pajak motor di STNK masih hidup. Tips: Perhatikan masa atau waktu yang tertera pada STNK masih hidup, jangan sampai menjadi beban biaya tambahan yang harus dibayarkan kemudian.
Semoga bermanfaat.