Mobilinanews (AS) - Lintasan ikonik Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat (AS) menjadi saksi bisu berkecamuknya drama kelas Moto3 2026 pada Minggu (29/3) malam WIB.
Seri putaran ketiga Moto3 2026 di AS ini menyuguhkan tontonan yang menguras emosi, memadukan kemenangan heroik di detik terakhir dengan kegagalan tragis bintang muda Indonesia, Veda Ega Pratama.
Sejak lampu start dipadamkan, tensi tinggi langsung terasa di aspal Austin. Dua penunggang Red Bull KTM, Valentine Perrone dan Alvaro Carpe, sempat mencuri perhatian dengan melakukan start sempurna.
Keduanya mencoba melepaskan diri dari kerumunan, namun karakter sirkuit yang teknis membuat jarak mereka terus terancam oleh serbuan pembalap papan atas seperti Maximo Quiles dan Adrian Fernandez.

Di tengah kepungan pembalap elite Eropa, Veda Ega Pratama sempat menunjukkan taringnya. Meski sempat melorot ke posisi kedelapan di awal lomba, pembalap asal Gunungkidul ini memperlihatkan ketenangan yang luar biasa.
Dengan manuver yang rapi dan perhitungan matang, Veda perlahan merangkak naik ke posisi keenam, memberikan harapan besar bagi pendukung tanah air bahwa ia mampu bertarung memperebutkan podium di laga perdananya musim ini.
Sayangnya, harapan tersebut sirna dalam sekejap tepat pada putaran keempat. Saat sedang berupaya mempertahankan ritme di sektor kedua yang menantang, Veda mengalami high side crash yang cukup hebat.
Kehilangan kendali pada ban belakang membuat motornya terlempar ke udara, menghempaskan sang pembalap ke aspal dengan keras. Kecelakaan ini kian kelam karena melibatkan Joel Esteban yang berada tepat di belakangnya.
Alhasil, Esteban yang memperkuat tim LevelUp MTA tak memiliki ruang untuk menghindar dan ikut terseret dalam insiden tersebut. Keduanya terpaksa mengakhiri balapan lebih awal dengan status Did Not Finish (DNF).
Kehilangan Veda di barisan depan tidak lantas menurunkan tensi persaingan. Pertempuran justru semakin memanas di lap-lap terakhir, menyisakan rider Leopard Racing, Guido Pini sebagai protagonis utama.
Saat semua mata tertuju pada duel antara Quiles dan Carpe, Pini secara mengejutkan melancarkan serangan kilat di tikungan terakhir. Dengan aksi berani yang sangat presisi, ia berhasil menyalip dua rivalnya sekaligus sesaat sebelum garis finish.

Dengan demikian, kemenangan dramatis Guido Pini ini menempatkan Maximo Quiles di podium kedua dengan selisih waktu yang sangat tipis, sementara Alvaro Carpe harus puas mengunci podium ketiga.
Di sisi lain, Valentine Perrone yang sempat mendominasi jalannya balapan di fase awal harus menerima kenyataan pahit gagal naik podium setelah kehilangan momentum di saat-saat krusial.
Meskipun debut Veda Ega Pratama di musim 2026 ini berakhir dengan kecelakaan, kecepatan dan keberaniannya menembus barisan depan sebelum terjatuh memberikan sinyal kuat kepada para pesaingnya.
Austin mungkin menjadi pelajaran yang keras bagi sang "Wonderkid" Indonesia, namun potensi besarnya tetap menjadi ancaman nyata untuk seri-seri balap berikutnya, termasuk seri keempat Moto3 2026 di Jerez, Spanyol pada 24-26 April 2026 mendatang.