Moto3 2026 Catalunya: Start Grid 20 Bisa Finis P8, Ternyata Segini Top Speed Gila Veda Ega Pratama!

Minggu, 17/05/2026 17:09 WIB | bagas
Veda Ega Pratama #9 (Foto: Red Bull)
Veda Ega Pratama #9 (Foto: Red Bull)

Mobilinanews (Barcelona) - Ajang balap kelas Moto3 2026 seri putaran kelima yang berlangsung di Sirkuit Catalunya, Spanyol, menyajikan drama dan aksi impresif yang memukau para penggemar balap motor dunia.

Salah satu fokus utama dalam balapan kali ini tentu tertuju pada pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, yang memperkuat Honda Team Asia.

Rider andalan tanah air ini berhasil mencuri perhatian lewat penampilan luar biasa setelah finis di posisi ke-8. Hasil ini menjadi pencapaian yang sangat masif dan layak diacungi jempol mengingat Veda harus mengawali perlombaan dari posisi start ke-20 di grid.

Melalui perjuangan keras sejak bendera start dikibarkan, Veda perlahan namun pasti sukses melewati belasan pembalap di depannya untuk mengamankan tambahan 8 poin penting bagi posisinya di klasemen kejuaraan dunia.

Keberhasilan Veda menembus posisi delapan besar didukung oleh konsistensi kecepatannya sepanjang balapan, meskipun motor Honda tunggangannya memiliki karakteristik performa yang berbeda dengan para pesaingnya yang mendominasi podium.

Berdasarkan data kecepatan tertinggi yang dirilis, Veda Ega Pratama mencatatkan top speed maksimal sebesar 246,5 km/jam dengan rata-rata kecepatan lima lap tertingginya berada di angka 246,0 km/jam.

Jika dibandingkan dengan para penghuni podium, performa motor Veda sebenarnya sangat kompetitif. Sang pemenang, Maximo Quiles dari CFMoto Gaviota Aspar Team, mencatatkan top speed sedikit lebih tinggi yaitu 250,5 km/jam dengan rata-rata 249,4 km/jam.

Sementara itu, Alvaro Carpe dari tim Red Bull KTM Ajo yang finis sebagai runner-up memiliki catatan top speed yang persis sama dengan Veda, yaitu 246,5 km/jam dengan rata-rata 246,1 km/jam.

Adapun peraih podium ketiga, David Munoz dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP, mencatatkan top speed di angka 247,1 km/jam dengan rata-rata kecepatan lima lap tertingginya mencapai 245,7 km/jam.

Perbandingan ini membuktikan bahwa kecerdikan Veda dalam memanfaatkan momen balapan dan duel di tikungan menjadi kunci utama di balik keberhasilannya melakukan comeback fantastis ini.

Secara keseluruhan, jalannya balapan di Sirkuit Catalunya ini berlangsung sangat ketat dengan selisih waktu yang sangat tipis di antara rombongan pembalap terdepan. Maximo Quiles keluar sebagai pemenang dengan total catatan waktu 32 menit 28,964 detik.

Ia hanya unggul sangat tipis 0,094 detik dari Alvaro Carpe di posisi kedua dan 0,098 detik dari David Munoz yang mengamankan tempat ketiga. Ketatnya persaingan juga terlihat dari jarak finis Veda Ega Pratama di posisi ke-8 yang hanya terpaut 0,984 detik dari sang juara.

Di papan klasemen sementara pasca-GP Catalunya, Maximo Quiles kokoh memimpin dengan raihan 140 poin, disusul oleh Adrian Fernandez di tempat kedua dengan 76 poin, dan Alvaro Carpe di posisi ketiga dengan 73 poin.

Berkat tambahan poin dari Spanyol, Veda Ega Pratama kini berhasil mengoleksi total 58 poin dan duduk di peringkat ke-5 dalam klasemen kejuaraan dunia Moto3 2026, sebuah modal yang sangat impresif untuk menatap seri-seri balap berikutnya.