motorinanews (Bengkulu) - Kejuaraan Enduro Trail perdana mulai digelar di Bumi Rafflesia. Ajang ini menjadi kompetisi terbaru yang diadakan di Bengkulu. Melalui event Enduro Rafflesia 2017, Ozzora Production selaku penyelenggara memperkenalkan sekaligus upaya sosialisasi tentang regulasi perlombaan.
Sirkuit Ossa Kita-Kita yang terletak di Griya Pelangi Residence, Bengkulu Kota mendadak dipenuhi puluhan penyuka motor trail. Sebanyak 75 rider terdaftar sebagai peserta. Ada 11 kelas yang dilombakan pada Sabtu dan Minggu (14-15/10/17).
"Ini ajang baru di Bengkulu. Semoga banyak digemari dan menjadi pilihan event di kemudian hari. Sekarang kita buat ramai dulu," ungkap Putrawanjaya Arsyad, owner Ozzora Production yang juga Ketua Pengprov IMI Bengkulu.
Upaya yang dilakukan nampaknya serius. Sebab sirkuit yang berlokasi di komplek perumahan Griya Residence itu dibuat permanen. "Kita rancang dengan berbagai handicap buatan dan rintangan alam," tutur Ryan Tempang Antero yang mendesain trek.
Rintangan yang dilalui cukup variatif. Mulai dari melewati deretan ban bekas, superbowl dari kayu, nyebur di kolam lumpur, hingga tantangan masuk sungai kecil dihadang tanjakan licin.
Namun disinilah hambatannya. Saat melewati sungai dan tanjakan itu, terjadi antrian peserta. Tak semua bisa lolos dari jebakan. Akibatnya terpaksa dibantu crew.
Sebagian peserta berasal basic berbeda, trail adventurer dan crosser. Sedangkan untuk bisa mengikuti kompetisi Enduro Trail, harus mahir kedua skill tersebut. Kombinasi skill dari kedua perlombaan inilah yang ada di kejuaraan enduro trail.
Sayang, trek melewati sungai menjadi antrian lama. Bahkan dibantu orang lain agar lolos dari jebakan. Padahal sejatinya peserta tanpa bantuan pihak lain. Ini bisa dimaklumi, karena trek menjadi licin usai melewati sungai.
Catatan ini tentunya akan menjadi pengalaman untuk iven berikutnya. Meski ada handicap berat, tumpukan peserta tak boleh terjadi. Apalagi mengitari sirkuit sebanyak 5 laps. Salut atas inisiatif IMI Bengkulu telah berani memulai. (Bang ve)