motorinanews (Medan) - Kejuaraan Nasional Grasstrack di Region Sumatera resmi dibagi dua wilayah tahun 2018. Sumatera A meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau dan Sumatera Barat. Sedangkan Sumatera B termasuk Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung.
Misi pembagian regional salah satunya adalah agar pebalap yang ikut menjadi ramai dan biaya yang dikeluarkan pun tak mahal. Hasilnya akan terlihat pada waktu mendatang. Di putaran perdana belum terlihat maksimal.
Buktinya jumlah starter yang terdaftar dalam Kejuaraan Nasional Swallow Grasstrack GM Alpinestar Putaran 1 Sumatera Utara masih rendah, baru 158 starter. Peserta yang turun masih sekitar Sumatera Utara.
Padahal Sirkuit Jaharun Centre yang terletak di Desa Jaharun, Kec. Galang, Kabupaten Deli Serdang paling strategis lokasinya. Belum lagi desain dan faktor safety yang mendukung. "Yang ramai itu justru penontonnya," ungkap Syabra Buana, Pengelola Sirkuit.
Yaps! Jumlah penonton memang sangat fantastis. Angkanya tembus 12.000 pasang mata yang menyaksikan jagoan balap garuk tanah beraksi. Nampak juga Juju Harboko yang mewakili Iswa Group selaku owner Komplek Jaharun Centre.
Balapan yang digelar KitaKita Motorsport berlangsung seru dan persaingan cukup ketat. Meski kategori Pemula diikuti tracker lokal Sumut, namun bakat tersimpan sudah terlihat nyata.
Dari dua kelas untuk Pemula usia 17 tahun, yakni Bebek 4 Tak Standard 110cc dan 125cc sejumlah nama perlu dibidik. Dana PA dari Langkat, Rafly W dari AGA Racing Team Binjai dan Arya JR dari Putra Tunggal Racing Team Tamora naik podium.
Disaksikan Faisal Arif Nasution selaku Ketua Pengprov IMI Sumut kelas berikutnya Junior usia 20 tahun semakin kompetitif. Pada dua kelas Bebek 4 Tak Modifikasi 110cc dan 125cc Junior, tracker M Zusri dari Jaharun Circuit AKRT Tamora dan Revaldi dari Losta Agara GG Motor Medan berbagi podium satu dan dua bergantian. Perlawanan lain datang dari Bagus Stewart asal Labura dan Chio Bell dari Padang Sidimpuan.
Lanjut ke kategori Senior. Farudila Adam tracker Jaharun Circuit AKRT menguasai kelas Bebek 4 Tak Modifikasi 110cc. Sementara di kelas berikutnya Bebek 4 Tak Modifikasi 125cc Senior, Farudila runner-up di belakang Rahnanda Putra dari CV Fajar Solpa Deltalube asal Labura. Posisi ketiga pada kedua kelas itu ditempati D`coco dari Payabakung.
"Sepanjang tahun 2018 ada beberapa kejuaraan akan digelar di sirkuit Jaharun. Kami juga punya agenda event series hingga akhir tahun nanti," pungkas Syabra Buana. (BangVe)