motorinanews (Bengkayang) - Bengkayang Sport Extreme (BSE) selaku event organizer asal Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat kembali menggelar kejuaraan grasstrack. Agenda tahunan Road to the Champion tahun 2018 diadakan akhir pekan ini.
"Sejak 2016 kami punya agenda event grasstrack tahunan yang digelar di Sirkuit Je Kai Pangaraya," beber Patinus Sujik, Ketua BSE sekaligus Ketua Korwil IMI Bengkayang.
Nama sirkuit Je Kai Pangaraya diambil dari bahasa Dayak Bekati. "Artinya punya kita atau kami. Sedangkan Pangaraya berarti pembuat menjadi bertambah ramai dan maju," jelas Sulianus, Ketua Penyelenggara Road to the Champion yang masih minim sponsor.
Tahun 2017 lalu Teten Wijaya, tracker asal Pontianak menguasai beberapa kelas dan menjadi Juara Umum. "Tahun ini belum tentu siapa yang jagoan karena perkembangan grasstrack di Kalimantan Barat cukup pesat," sebut Sulianus yang menjadi Anggota Korwil IMI Bengkayang.
Selain itu, Sirkuit Je Kai Pangaraya cukup sulit ditaklukkan apalagi mempertahankan juara. Penyebabnya faktor alam pegunungan. Akibatnya cuaca seketika bisa berubah. Trek kering bisa berganti becek dan licin saat diguyur hujan. Sebagai crosser layak menguji kemampuan di sirkuit ini.
Yaps! Yang jelas ada 10 kelas bakal dilombakan. Rincinya, 4 kelas utama dan 6 kelas tambahan. Dua diantara supporting class adalah Minimoto 130cc usia maksimal 13 tahun dan Minimoto Matic 2 Langkah 50cc Non SE usia maksimal 10 tahun.
Panitia telah menyiapkan sirkuit permanen untuk dijajal pebalap pada Sabtu dan Minggu, 17-18 Maret 2018. Bagi masyarakat Bengkayang tentunya ini menjadi tontonan menarik yang sayang dilewatkan. Apalagi Desa Pisak menjadi Desa Wisata yang layak dikunjungi. Pass banget! (BangVe)