Mobilinanews (Belanda) - Sesi latihan bebas (Free Practice/FP) pada seri putaran ke-15 Formula 1 (F1) 2025 di Sirkuit Zandvoort, Belanda, pada hari Jumat (29/8/2025) kemarin menyajikan drama tersendiri bagi tim Red Bull.
Pembalap tuan rumah, Max Verstappen, dan rekan setimnya, Yuki Tsunoda, sama-sama menghadapi serangkaian insiden yang membuat mereka harus bekerja keras untuk menemukan ritme.
Sesi FP1 menjadi titik terberat. Verstappen terpaksa harus mengakhiri sesinya lebih cepat dari yang diharapkan setelah mobilnya tergelincir dan terjebak di area gravel saat melakukan practice start.
Ia terpaksa keluar dari mobilnya, menyudahi sesi latihan pertama dengan hasil kurang memuaskan. Sementara itu, Tsunoda juga sempat keluar jalur beberapa kali, baik saat menggunakan ban hard maupun soft.

Perbaikan di Sesi Kedua, Tapi Masalah Masih Menghantui
Meskipun demikian, ada sedikit angin segar di sesi FP2. Verstappen terlihat lebih nyaman dan berhasil menembus posisi lima besar, sementara Tsunoda mengekor di posisi ketujuh. Hasil ini cukup menjanjikan bagi Red Bull untuk menempatkan kedua mobilnya di sesi Q3.
Meski peringkatnya membaik, Verstappen tidak menyembunyikan kekecewaannya. "Hari ini tidak berjalan dengan baik. Kami masih berjuang dengan masalah yang sama seperti sebelumnya,” ungkapnya mengutip siaran resminya, Sabtu (30/8/2025).
Verstappen menambahkan bahwa tata letak sirkuit Zandvoort tidak cocok dengan masalah yang mereka hadapi, terutama di sektor tengah yang memiliki banyak tikungan panjang. Ia pun tidak berharap adanya perubahan besar pada performa mobil untuk balapan.
"Kami sudah mencoba banyak hal pada mobil, tapi sepertinya tidak ada perubahan signifikan. Akan sulit untuk bersaing di papan atas, tapi kita lihat saja besok," tutur pembalap tuan rumah asal Belanda tersebut.
Di sisi lain, Yuki Tsunoda merasa sesi FP2 berjalan lancar dan memberinya kepercayaan diri. "FP1 dimulai dengan cukup baik, meski performa kami menurun di akhir sesi. Tapi itu terjadi saat Anda mencoba mendapatkan performa maksimal," jelas Tsunoda.
"Kami melakukan beberapa perubahan di FP2 dan hasilnya bagus. Short runs kami oke, yang mana kebalikan dari FP1. Kami hanya perlu menemukan keseimbangan untuk besok,” sambung pembalap asal Jepang itu.

Tantangan Angin dan Hujan di Zandvoort
Pierre Wache selaku Direktur Teknis Red Bull Racing, mengakui bahwa sesi latihan ini penuh tantangan. Selain masalah teknis, kondisi sirkuit yang berangin membuat penilaian performa mobil menjadi sulit.
Selain itu, Wache juga menyebutkan bahwa risiko hujan yang diprediksi akan terjadi sepanjang akhir pekan, terutama saat sesi FP3. Tim pun memutuskan untuk menggunakan setup kering pada kedua mobil di FP2.
"Ada beberapa masalah di FP1, dan itu bisa sedikit mempengaruhi performa mobil. Sulit untuk memprediksi posisi kami di antara tim lain, tapi setidaknya kami masih dalam persaingan," pungkasnya.
Meski menghadapi awal yang kurang ideal, Red Bull tetap optimistis bisa memperbaiki performa mereka di kualifikasi dan balapan utama demi meraih hasil maksimal di hadapan ribuan penggemar tuan rumah.