mobilinanews (China) - Jelang balap GP China akhir pekan ini beredar kencang berita minat dan potensi pabrikan negeri tersebut, BYD, untuk ikut berkompetisi di gelanggang balap paling komersial ini.
Mulai tahun ini F1 dihuni oleh 11 tim dari sebelumnya hanya 10 tim. Dua tim baru adalah Audi (Jerman) dan Cadillac (anak usaha GM di AS). Audi membeli tim Sauber dan menggunakan mesin sendiri. Sedangkan Cadillac menjadi tim debutan dengan menggunakan mesin Ferrari.
Berbagai media motorsport mengabarkan BYD lebih memilih cara yang digunakan Audi, yakni membeli tim yang sudah eksis jika FIA mempertahankan format maksimal 11 tim itu.
Tapi, juga terbuka kemungkinan BYD menjadi tim ke-12 dengan menggunakan mesin sendiri atau brand lain. Potensi ini terbuka karena bukan rahasia lagi kalau Liberty Media selaku pemilik hak komersial F1 sejak lama inginkan jumlah tim uang berkompetisi adalah 12.
Dari berbagai media yang menyebut potensi kehadiran BYD itu, termasuk media bisnis sekelas Bloomberg, tidak memuat klarifikasi resmi dari pihak BYD. Tapi, isunya sudah lumayan kencang di paddock Sirkuit Shanghai.
Dua tim yang eksis saat ini, Alpine dan Aston Martin, disebut-sebut sebagai tim yang tengah dbidik BYD untuk diakuisisi. Masing-masing dengan alasan tersendiri, yang lebih cenderung pada persoalan bisnis ketimbang dari sisi motorsport-nya.
Ini baru sekadar isu. Tapi, seperti biasanya, sebuah fakta yang kemudian terjadi di F1 acap dimulai dari sebuah isu. Apalagi karena isu tersebut melintas lewat media-media kredibel. (r)