motorinanews - Komisi keselamatan dan regulator MotoGP mengeluarkan keputusan penting saat pagelaran seri VIII MotoGP di Assen, Belanda. Setelah perdebatan tanpa solusi, akhirnya Komisi Grand Prix, pembuat aturan teknis MotoGP melarang penggunaan sayap aerodinamika winglet di Kelas Para Raja (26/6).
Aturan ini mulai berlaku musim 2017. Kegaduhan soal winglet disebabkan keraguan pada unsur keamanan terhadap keselamatan pebalap karena pemakaian winglet di moncong motor MotoGP. Meski demikian, toh akhirnya seluruh pabrikan kontestan MotoGP memasang sayap kecil di kuda pacu mereka.
Karena hasil uji menambah down-force. Ya, membuat roda depan motor lebih tertekan sehingga mengurangi efek wheelie saat berakselerasi. Ini membuat kubu Ducati yang mulai memperkenalkannya pada musim 2015 geram.
"Keputusan itu tidak masuk akal. Kami diharuskan kembali seperti Moto2 dan Moto3. Mereka itu yang terbaik, tapi di era primitif," tulis Ducati di laman resmi mereka.
Memang, Ducati paling sukses memanfaatkan winglet. Terbukti, mereka kini memasang dua pasang sayap kecil di moncong dan fairing GP16. Dan itu menjinakkan GP16 yang terkenal liar saat keluar tikungan.
Sayangnya, 5 pabrikan kontestan MotoGP tidak menemukan jalan tengah untuk melanggengkan pemakaian winglet. Dan kita pun harus terus menikmati desain motor balap MotoGP yang begitu-gitu aja. (Teks : Aries Susanto; Foto : autosport)