motorinanews (Jakarta) – Salah satu fakta umum dan sangat miris saat ini adalah semakin banyaknya anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor di jalan raya, serta tidak sedikit yang tidak menggunakan standar keamanan seperti helm dan berbonceng tiga.
Lantas bagaimanakah data fakta dan hasil penelitian, serta opini pakar mengenai fakta tersebut. Berikut ulasannya...
Sebuah situs di Amerika, http://buffalo.ynn.com, mengabarkan dua pengendara sepeda motor berusia muda meninggal tragis karena kehilangan kendali atas kendaraannya di wilayah Town of Wales, New York.
Pihak National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di Amerika pun turut bersuara mengenai pengemudi sepeda motor berusia muda atau di bawah umur.
Menurut data NHTSA, pengemudi sepeda motor usia muda atau di bawah umur memiliki potensi kecelakaan fatal 36 lebih tinggi dibanding pengemudi sepeda motor usia dewasa.
“Kelemahan umum pengemudi sepeda motor adalah kemampuan mendiagnosa resiko dalam mengendarai motor dan kewaspadaan yang konstan,” sebut Dr. Jeremy Packer, pakar komunikasi dan budaya kontemprorer di Amerika, serta penulis banyak buku mengenai keselamatan di jalan raya.
Dalam kesempatan yang lain, pakar keselamatan jalan raya dari dalam Indonesia, Jusri Pulubuhu, yang juga founder Crash Free International JDDC menyebutkan, jika dibutuhkan fokus, rileks, dan konsentrasi sepanjang perjalanan dengan mentaati rambu-rambu lalu lintas, redam emosi dan nikmati perjalanan. “Kecelakaan adalah sebuah kegagalan antipasi, terang Jusri.
Satu benang merah yang terkait dari seluruh data di atas, yakni pengemudi motor usia muda secara umum sebagai pencetus bahaya utama dari dirinya sendiri dan lingkungannya akibat keteledoran.
Nah, masih rela membiarkan anak-anak Anda yang di bawah umur mengendarai sepeda motor secara suka-suka dan teledor...