Jangan Larang Anak Dibawah Umur Mengendarai Motor, Ini Alasannya

Selasa, 01/11/2016 15:41 WIB
redaksi


Anak SMP yang mengendarai motor tanpa pelindung kepala
Anak SMP yang mengendarai motor tanpa pelindung kepala

motorinanews (Jakarta) - Tidak heran jika setiap tahun angka kecelakaan dengan sepeda motor terus meningkat. Menurut data Korlantas Polri, kecelakaan yang melibatkan sepeda motor pada tahun 2015 yakni sebanyak 103.580 kasus.

Dan yang lebih mencenangkan, penyumbang terbanyak justru terjadi pada pengendara usia dibawah umur (kurang dari 17 tahun). Ada sebanyak 481 kasus yang terjadi di tahun 2015. Artinya, hampir setiap hari terjadi satu kasus kecelakaan yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

Selain human error, pengendara kendaraan bermotor yang mengalami kecelakaan itu anak-anak yang seharusnya belum waktunya menggunakan kendaraan bermotor. Mereka biasanya belum paham tentang rambu-rambu lalu lintas dan ugal-ugalan di jalan.

Jika dikrucutkan lagi, melawan arah merupakan pelanggaran lalu lintas nomor satu untuk pengendara roda dua dibawah umur. Mirisnya, masalah ini kerap diabaikan oleh keluarga, dalam hal ini orang tua sebagai sosok yang seharusnya melindungi anak, bukan justru menjerumuskannya ke kondisi jalan yang berbahaya.

Menanggapi hal itu, Jusri Pulubuhu, Chief Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) memiliki cara untuk mengurangi korban kecelakaan motor dibawah umur.

"Ini masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan jika para orang tua bisa tegas memberikan edukasi kepada anaknya untuk mengendarai motor. Ingat, jangan dengan cara melarang dengan keras, itu salah. Berikan mereka edukasi, informasi dan alihkan pembicaraan mereka jika mereka meminta mengendarai motor dengan hal kesukaannya," jelasnya.

"Rubah mindset mereka dengan perlahan dan sentuh hatinya karena orang tua lah yang lebih tau prilaku anaknya. Intinya jangan dilarang dengan keras, karena dapat merubah psikologinya dan bahkan nanti cenderung nekad si anak itu."

Pria yang telah menggeluti safety riding lebih dari 30 tahun ini juga berharap kepada seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait serta dukungan pemerintah agar serius menanggapi hal ini.

"Tidak mungkin pihak kepolisian dapat mengurus semua kasus kecelakaan, tugas mereka sudah banyak. Kita kitalah yang harus lebih peduli dan tanggung jawab para pemangku kepentingan (stake holder) kepada penerus bangsa itu. Kita juga memiliki beban moral jika itu tidak disampaikan," tutup pria yang gemar naik moge itu. (Zhein)

Tag

Terpopuler

Terkini