motorinanews, Jakarta - Perlu Motorinalovers cermati, pemakaian busi yang tepat akan memperoleh performa mesin yang optimal.
Namun tentunya harus memperhatikan beberapa hal penting, yaitu; suhu lingkungan, kapasitas ruang bakar dan perbandingan kompresi mesin.
Pemakaian motor di lingkungan panas maupun dingin, akan memberikan radiasi panas terhadap mesin yang berbeda pula.
Untuk itu busi yang dipakai harus disesuaikan. Hal inilah yang selanjutnya diciptakan busi panas dan busi dingin.
"Perbedaan keduanya terletak pada panjang insulator. Busi dingin mempunyai ujung insulator lebih pendek, sedangkan busi panas ujung insulatornya lebih panjang," ujar Syafrudin, punggawa Udin Motor.
Angka yang tertera pada busi juga sebagai petunjuk tipe busi panas ataupun dingin. Semakin besar angkanya, menandakan tipe busi semakin dingin dan sebaliknya.
Sebagai contoh, busi NGK dengan kode C6HSA dengan CR8E. Angka 6 pada kode pertama, mendandakan busi panas. Ditambah bisa dilihat dari insulatornya lebih panjang.
"Sedangkan angka 8 pada kode kedua, mendandakan busi dingin yang insulatornya lebih pendek," tutup pria yang ngepos di bilangan Halim, Jaktim. (Banar)