Mobilinanews (Brussels) - Setelah puluhan tahun menjadi simbol ketangguhan dan keandalan, Hilux yang telah menjadi ikon pikap legendaris Toyota kini memasuki era barunya yang paling dramatis.
Ya, Toyota secara resmi memperkenalkan generasi kesembilan dari Hilux, dan yang paling mengejutkan, untuk pertama kalinya, model ini hadir dalam varian Battery Electric Vehicle (BEV) atau listrik murni dan versi sel bahan bakar hidrogen.
Langkah berani ini menandai pergeseran besar bagi Toyota dan memposisikan Hilux di garis depan strategi "multi-pathway" elektrifikasi global perusahaan.
Dengan pengenalan model baru ini, Hilux kini menawarkan opsi powertrain paling banyak dari model Toyota mana pun, termasuk Hybrid 48V, serta mesin diesel dan bensin konvensional untuk pasar tertentu.

Hilux terbaru tampil dengan desain eksterior yang lebih gagah, menampilkan proporsi baru pada bagian depan yang memberikan kesan kuat. Lampu depan yang ramping dihubungkan oleh palang tengah yang menampilkan nama Toyota.
Di dalam kabin, kualitas sensorik ditingkatkan secara menyeluruh, terinspirasi oleh Toyota Land Cruiser terbaru. Konsol tengah horizontal menampung combimeter pengemudi 12,3 inci yang dapat disesuaikan dan layar sentuh multimedia hingga 12,3 inci.
Inovasi utama dalam generasi ini adalah pengenalan Electric Power Steering (EPS), yang menjanjikan pengoperasian yang lebih langsung, manuver yang lebih mudah, dan mengurangi resiko guncangan saat berkendara di medan yang tidak rata.

Fitur keselamatan dan bantuan pengemudi Toyota T-Mate ditingkatkan secara signifikan, dengan perluasan Toyota Safety Sense yang kini mencakup Low Speed Acceleration Suppression, Proactive Driving Assist, dan Emergency Driving Stop System.
Pembaruan over-the-air (OTA) juga akan tersedia untuk memastikan sistem selalu mutakhir. Secara signifikan, Toyota kini berfokus pada satu gaya bodi yaitu kabin ganda atau double cabin, sejalan dengan preferensi pelanggan.
Terobosan terbesar adalah debut Hilux bertenaga baterai listrik (BEV). Hilux BEV terbaru dijadwalkan meluncur pertama kali di beberapa pasar utama mulai Desember 2025 dan siap menantang dominasi pick-up listrik lainnya.
Kabar baiknya, Hilux listrik ini tetap mempertahankan sasis body-on-frame (rangka terpisah) khas Hilux, menjamin pelanggan armada yang mencari performa nol emisi yang dipadukan kemampuan off-road dan durabilitasnya yang melegenda.

Toyota Hilux BEV ditenagai baterai lithium-ion 59,2 kWh dengan eAxle depan dan belakang yang menyediakan penggerak semua roda permanen dengan jarak tempuh sekitar 240 Km berdasarkan siklus WLTP.
Selain mempertahankan body-on-frame, Hilux BEV dengan payload sekitar 715 kg ini memiliki kedalaman rendam air yang setara dengan model mesin pembakaran internal (ICE). Sistem Multi-Terrain Select juga membantu adaptasi performa di medan off-road.
Powertrain Hybrid 48V, yang diperkenalkan pada generasi saat ini, diperkirakan akan menjadi penjual terbanyak (volume seller) di Eropa untuk generasi terbaru. Produksi massal dijadwalkan dimulai pada musim semi 2026.

Sistem ini mendukung mesin diesel 2.8 liter, menjanjikan performa yang lebih halus dan senyap, terutama saat start-off dan akselerasi. Dengan muatan hingga satu ton dan kapasitas derek 3.500 kg, kapabilitasnya tetap dipertahankan.
Toyota juga mengkonfirmasi rencana untuk versi Hilux yang dilengkapi sistem sel bahan bakar hidrogen (Fuel Cell Electric) yang dijadwalkan tiba pada tahun 2028, sebagaimana komitmen Toyota untuk memanfaatkan potensi hidrogen sebagai sumber energi bersih.
Sementara itu, mesin pembakaran internal, termasuk mesin diesel 2.8 liter dan mesin bensin 2.7 liter, akan tetap ditawarkan, tetapi fokusnya hanya pada pasar Eropa Timur untuk memenuhi kebutuhan regional tertentu.
Dengan langkah radikal ini, Toyota Hilux yang legendaris ini siap kembali untuk menaklukkan jalan dan off-road di masa depan elektrifikasi, membuktikan bahwa ikon ketangguhan sejati selalu siap untuk berevolusi.