motorinanews – Dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sepeda Motor dan Keselamatan di Jalan Raya” yang dilaksanakan motorinanews di Joglo Beer – Kemang, Rabu 20 Januari 2016, Darmaningtyas pengamat transportasi dari LSM Masyarakat Transportasi Indonesia mengemukakan banyak pandangan.
Salah satunya pandangan kritis mengenai sepeda motor yang telah menjadi bagian pemiskian di wilayah pedesaan Indonesia.
“Sepengetahuan saya memang belum ada riset resmi mengenai hal ini, namun berdasarkan berbagai kali observasi sangat mudah ditemukan faktanya. Bayangkan warga desa menjual aset-asetnya seperti kebuh, sawah, tanah, ternak bahkan rumah agar dapat membeli sepeda motor. Parahnya kemudian, motor bukan hanya sebagai kendaraan transportasi penumpang namun juga barang. Alhasil kemudian saat motornya rusak, mereka tidak punya aset lagi,” kata pria kelahiran Gunung Kidul Yogyakarta, 9 September 1962.
Menurut Darmaningtyas, hal ini bukan sepenuhnya salah dari masyarakat pedesaan, namun juga karena pemerintah daerah banyak yang lalai dalam menyediakan fasilitas angkutan umum pedesaan yang memadai. “Ini juga yang menjadi salah satu penyebab mengapa masyarakat kemudian sepeda motor menjadi angkutan barang. Padahal jelas peruntukkannya bukan untuk itu,” pungkasnya. (sumber foto: darmaningtyas.blogspot.com & cawegeh.com)